Apa Hukumnya Menggunakan Jimat Kecerdasan ?
Chat WA Otomatis - KLIK DI SINI
jimat kecerdasan - cara menjadi cerdas dengan sarana jimat kecerdasan

Apa Hukumnya Menggunakan Jimat Kecerdasan ?

Sebagian besar dari Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah jimat. Ya jimat atau azimat ini merupakan sebutan untuk sebuah benda bertuah bertuliskan rajah atau wifiq, atau benda bertuah yang berbentuk batu mustika yang memiliki energi istimewa dari Tuhan. Sehingga, jimat tersebut memiliki pancaran energi supranatural yang sangat kuat sehingga menghasilkan tuah yang bisa di manfaatkan utnuk membantu manusia.

Istilah jimat bagi Anda, mungkin bukanlah sebuah hal yang asing. Memang, di Indonesia sendiri banyak orang yang mengenal bahkan menggunakan jimat hingga jaman modern seperti sekarang ini. Tidak heran jika banyak orang yang menggunakan jimat, karena jimat merupakan salah satu tradisi peninggalan nenek moyang yang masih terjaga hingga sekarang.

Jimat, azimat atau ageman adalah sebuah istilah yang di gunakan untuk sebuah benda bertuah yang bertuliskan rajah, wifiq atau batu mustika yang bertuliskan rajah atau wifiq. Benda bertuah berwujud jimat ini mengandung energi istimewa yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga dengan kandungan energi yang ada di dalamnya, jimat tersebut menghasilkan energi supranatural yang sangat kuat dan menghasilkan tuah yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Jimat kecerdasan sendiri merupakan sebuah karya mistik ciptaan Ki Sabrang Alam yang berisikan entitas khodam berenergi tinggi dari golongan putih. Khodam yang bersemayam di dalamnya ini akan membantu Anda meningkatkan potensi otak, mengembangkan kreativitas pikiran, memperkuat daya ingat, menajamkan konsentrasi, serta membantu memudahkan otak dalam menyerap berbagai ilmu serta pengetahuan. Meski demikian, dalam penggunaannya, jimat kecerdasan ini tidak memiliki pantangan, ritual khusus, efek samping berbahaya maupun tumbal bagi pemakainya.

Sejak awal keberadaannya, jimat ini banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dan beberapa pemuka agama. Sebagian ulama mengharamkan atau melarang penggunaan jimat oleh masyarakat. Alasannya, melihat cara kerja serta di pandang jimat itu memiliki energi supranatural yang bisa mengakibatkan kesalah pahaman dan mengarah ke perbuatan syirik. Meski demikian, ada pula beberapa pemuka agama lainnya yang tidak melarang maupun mengharamkan penggunaan jimat. Karena jimat kecerdasan ini hanyalah sebagai sebuah sarana usaha batin yang hasilnya tetap di tentukan oleh Tuhan.

Pada dasarnya, jika Anda bisa lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatunya, penggunaan jimat justru bisa mendatangkan suatu kebaikan bersama. Karena sebenarnya dalam menggunakan jimat itu berarti bahwa Anda sedang melakukan ikhtiar yakni usaha batin. Tentu dalam meraih segala keinginan, manusia di wajibkan untuk berusaha baik berusaha secara lahir maupun usaha secara batin.

Pada dasarnya, ketika Anda menggunakan jimat sama saja halnya dengan mengkonsumsi obat sebagai sarana untuk mendapatkan kesembuhan. Obat yang di berikan oleh dokter ini hanya berfungsi sebagai sarana untuk mendapatkan kesembuhan. Sedangkan perihal sembuh atau tidak nya adalah sepenuhnya kuasa Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya bisa berusaha dengan mengkonsumsi obat dan berdoa meminta kesembuhan.

Sedangkan jimat kecerdasan, merupakan sebuah sarana batin yang di lakukan ketika Anda sudah melakukan berbagai usaha lahir namun belum mendapatkan hasilnya. Memang, dalam menggunakan jimat kecerdasan ini Anda tidak di perbolehkan untuk menggangungkan semua harapan serta hajat Anda kepada jimat kecerdasan ini. karena semua ketentuan berada di tangan Tuhan. Kita sebagai manusia hanya perlu berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik.

Kedua hal tersebut memiliki kesamaan, hal yang membedakan hanyalah cara kerja dari masing-masing benda. Ketika Anda mengkonsumsi obat, maka akan bereaksi secara fisik. Sedangkan dalam jimat akan menimbulkan reaksi secara metafisik atau spiritual. Namun, dalam hal ini kembali lagi kepada Anda. karena setiap pribadi memiliki sudut pandang serta pemikiran yang berbeda-beda. Dan kita tidak bisa memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang kita yakini.

Karena permasalahan itulah, menjadikan sebagian besar para pemuka agama banyak yang silang pendapat. Banyak yang pro dan kontra. Bagi para pemuka agama yang tidak melarang penggunaan jimat alias memperbolehkan penggunaan jimat untuk mempercepat terwujudnya hajat berpendapat bahwa. Dalam penggunaan jimat, rajah, wafiq atau mustika bertuah memiliki peran yang sama dengan penggunaan obat.

Baik obat maupun penggunaan jimat merupakan sarana ikhtiar, yang hasilnya di tentukan sepenuhnya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun, sebagai manusia kita wajib selalu berusaha baik dengan ikhtiar lahir maupun ikhtiar batin. Ketika Anda sudah melakukan usaha lahir akan menghasilkan hasil yang maksimal ketika di lakukan dengan usaha batin yaitu dengan jimat kecerdasan.

 

Cara Pemesana Jimat Kecerdasan - Silahkan KLIK DI SINI